Janji Nissan dan Susah-Senang Pasarkan Mobil Listik di Indonesia
Merdeka.com - Pabrikasi otomotif asal Jepang, Nissan, mendapati beberapa rintangan dalam pasarkan kendaraan listrik di Indonesia.
hubungan musik hubungan musik dan majalah sangat berkaitan
PT Nissan Motor Indonesia baru mengeluarkan Nissan Kicks e-Power ke pasar pada September lalu pada harga Rp 449 juta (on the road Jakarta).
Coki Panjaitan, Deputy Director Eksternal and Goverment Affairs Nissan Motor Indonesia, mengatakan mobil listrik ialah jalan keluar dalam kurangi pencemaran udara dan suara di beberapa kota besar. Survey Frost dan Sullivan di tahun lalu mengatakan, pada 2050 2 dari 3 warga di Indonesia akan padati kota besar sebab urbanisasi.
Urbanisasi ini mengakibatkan beberapa kerugian. Mislanya, dari segi kehilangan waktu, warga Indonesia akan rasakan rugi paling besar, sesudah Bangkok, sebab kepadatan jalan raya. Selanjutnya pencemaran udara dapat mengakibatkan banyak penyakit.
"Karenanya, misi dan feature mobil listrik Nissan ialah membuat zero fatality dan tingkatkan kenyamanan customer dalam mengemudi," kata Coki, habis berunding masalah kendaraan listrik, Senin (7/12).
Katanya, Nissan lakukan studi waktu memutus pasarkan mobil listrik di Indonesia. Ada tiga bukti tarik dari survey itu.
Pertama, 41 % pemakai kendaraan di Indonesia mengatakan akan beli mobil listrik selaku kendaraan anyarnya. Ke-2 , warga Indonesia mengetahui keutamaan imbas positif untuk lingkungan dengan memakai mobil listrik.
Dan Ke-3 , warga mengenali beberapa keuntungan yang akan didapatkannya dengan memakai kendaraan listrik.
Menurut Coki, Nissan optimis kendaraan listrik akan diterima secara baik oleh warga Indonesia. Apa lagi Nissan eksper dalam meningkatkan dan pasarkan mobil listrik semenjak 2010.
"Mobil listrik kami telah ditawarkan di 59 negara di dunia dengan 500 ribu unit terjual. Semua mobil itu telah menelusuri sepanjang 16 miliar km dan kurangi emisi CO2 sekitar 2,5 miliar. Sisi dari taktik kami masuk di Indonesia ialah lagi lakukan edukasi dan tingkatkan awareness mobil listrik ini dengan bekerjasama bersama regulator," tutur ia..
Tetapi, Coki mengaku ada banyak masalah yang ditemui aktor industri dalam pasarkan kendaraan listrik di Indonesia.
Pertama, harga jual mobil listrik yang tinggi, hingga faksi pabrikasi mengharap pemerintahan dapat cepat membuat keputusan stimulan untuk konsumen dan pemakai mobil listrik.
"Pemerintahan pusat dan wilayah harus bersama memberi stimulan ini. Dimulai dari potongan harga PPnBM dan PPN di tingkat pemerintahan pusat, sampai potongan harga nonfiskal sama seperti yang telah diberi Pemprov DKI Jakarta dan Bali berbentuk potongan harga pajak kendaraan dan BPKB," katanya.
Ke-2 , Nissan menyaksikan ada banyak calon customer yang bertanya keunggulan dan keamanan baterei mobil listrik pada keadaan banjir. Atau bila lewat jalanan yang dapat mengguncangkan cukup kronis.
Ke-3 , banyak pertanyan masalah jarak menempuh mobil listrik. Walau sebenarnya survey Nissan memperlihatkan, seputar 70 % warga pemakai kendaraan itu memakai mobilnya seputar 50 km /hari. Sesaat tehnologi baterei mobil listrik rerata dapat tempuh sampai 320 km dalam sekali isi.
"Jadi 5-6 hari kembali baru perlu dicatu daya kembali batereinya," tandas ia.
Ke-4, Kementerian Perindustrian mengharuskan industri otomotif yang pasarkan mobil listrik di Indonesia mempunyai kandung Tingkat Elemen Dalam Negeri (TKDN) sampai 2023 sejumlah 35 %. Kemudian, TKDN mobil listrik akan naik jadi 40 %.
